Elizabeth Warren, salah satu kritikus terberat aset kripto di Kongres, akan memimpin Komite Perbankan Senat mulai Januari. Pertanyaan besar bagi pasar adalah apakah kekuatan barunya bisa mempengaruhi harga aset kripto.
Peran ini memang belum resmi, tapi hanya sedikit pihak di Washington yang memprediksi akan adanya tantangan. Pengaruhnya kemungkinan besar akan berdampak langsung ke perusahaan dan token tertentu dulu, sedangkan Bitcoin lebih merespons ekonomi yang lebih luas.
Mengapa Peran Warren di Komite Perbankan Senat Penting?
Partai Demokrat memenangkan Senat dalam pemilu paruh waktu pada 3 November. Partai mayoritas berhak memilih siapa yang akan memimpin tiap komite.
Sebagai Demokrat teratas di komite itu, Warren sebelumnya bisa saja mengirim surat kepada perusahaan aset kripto, namun mereka tidak wajib membalasnya. Sebagai ketua, ia memperoleh kekuatan panggilan paksa (subpoena), lapor The Wall Street Journal. Artinya, ia bisa secara hukum meminta dokumen dan kesaksian.
The Journal mencatat perdagangan orang dalam di prediction markets dan perlindungan konsumen di perusahaan aset kripto sebagai prioritas awalnya. Media itu juga menyebut Warren berencana memeriksa dugaan konflik kepentingan yang melibatkan Trump dan keluarganya.
Semua isu tersebut bukan perkara baru. Warren sudah menyoroti ketiganya tahun ini, tetapi sebelumnya ia belum punya kekuatan memaksa jawaban.
- Prediction markets. Pada 28 Oktober, Warren bersama Senator Republik John Curtis menanyakan kepada Kalshi dan Polymarket tentang cara mereka mencegah perdagangan orang dalam pada taruhan pemilihan umum.
- Perusahaan aset kripto yang bertindak seperti bank. Warren pernah mengkritik Office of the Comptroller of the Currency (OCC), regulator bank utama, karena mengizinkan sembilan perusahaan aset kripto beroperasi layaknya bank. Coinbase termasuk di daftar itu.
- Bisnis aset kripto Trump. Pada bulan Mei, Warren meminta SEC untuk menyelidiki apakah World Liberty Financial (WLFI), perusahaan kripto milik keluarga Trump, menyesatkan investor.
Bisakah Warren Menggerakkan Harga Aset Kripto?
Pengaruh terbesarnya ada di pembuatan undang-undang. The CLARITY Act, RUU yang mengatur siapa yang menjadi regulator aset kripto, gagal dalam pemungutan suara Senat dengan hasil 49-50 pada 15 September.
Warren menentang RUU ini, dengan mengatakan
“Donald Trump mengantongi lebih dari US$1,4 miliar dari usaha cryptocurrency, dan RUU ini sama sekali tidak mencegah dia meraup US$1,4 miliar keuntungan kripto berikutnya. RUU ini juga gagal memberi perlindungan yang cukup bagi investor, sistem keuangan kita, dan keamanan nasional kita. RUU ini sebaiknya langsung ditolak.”
Setiap versi terbaru aturannya nanti harus melewati komitenya terlebih dahulu. Hal itu bisa menambah ketidakpastian yang sebenarnya ingin diakhiri oleh industri. Harga aset kripto turun setelah hasil pemungutan suara bulan September.
Pengaruh kedua yaitu melalui sidang. Pemeriksaan publik dan panggilan paksa dapat menciptakan risiko negatif untuk target yang disebutkan, misalnya saham Coinbase dan token WLFI.
WLFI diperdagangkan di kisaran US$0,047, dekat dengan rekor terendah yang terjadi pada 5 November, menurut data harga WLFI dari BeInCrypto. Token ini telah turun sekitar 61% dalam setahun.
Pengaruh ketiganya adalah soal nominasi. Komite Perbankan Senat meninjau calon regulator seperti SEC. Dengan mayoritas di tangan Demokrat, mereka bisa memblokir calon dari Trump, yang bisa membuat penunjukan regulator yang pro-kripto berjalan lambat.
Apa Arti Kenaikan Pangkat Warren Bagi Investor Ritel?
Kekuatannya tetap ada batasnya. Warren tidak bisa membuat aturan sendirian, dan SEC maupun CFTC masih melanjutkan kebijakan aset kripto berdasarkan kewenangan yang sudah ada.
Bitcoin (BTC) diperdagangkan di US$75.599, turun 5,95% dalam 24 jam terakhir, menurut data harga Bitcoin dari BeInCrypto. Tidak ada laporan yang mengaitkan penurunan itu dengan Warren.
Bagi investor ritel, dampaknya bisa dua arah. Pengawasan lebih ketat bisa memperlambat produk baru dan membuat aturan aset kripto AS jadi makin lama jelasnya.
Namun, penindakan tegas terhadap taruhan orang dalam dan penjualan token yang menyesatkan akan melindungi trader ritel.
Holder jangka panjang koin utama kemungkinan besar tidak akan terlalu merasakan ini dibandingkan trader token yang punya risiko politik tinggi atau saham kripto. Kesepakatan bipartisan mengenai aturan kripto bisa mengurangi persepsi negatif tersebut.
Selama dua tahun, Partai Republik yang menentukan agenda Senat soal aset kripto. Mulai Januari, pengawas bagi setiap RUU kripto AS nampaknya akan menjadi pihak yang paling kritis terhadap industri ini.









