Indeks ketakutan Wall Street melonjak hampir 70% pada hari Kamis seiring Nasdaq anjlok 5,52%. Sekarang, pembacaan sentimen menempatkan saham AS dalam ketakutan yang lebih dalam daripada aset kripto, membalik urutan yang biasa terjadi.
Indeks Fear and Greed dari CNN untuk saham berada di angka 20, yang berarti ketakutan ekstrem. Versi kripto saat ini di angka 28, meskipun turun 22 poin hanya dalam satu hari, sehingga para holder Bitcoin (BTC) lebih rentan terhadap perubahan sentimen yang tajam.
Mengapa Indeks Ketakutan Wall Street Naik 70% dalam Sehari?
Indeks Nasdaq Composite turun 5,52% menjadi 24.315 pada 5 November, sehingga memasuki area koreksi. Sementara itu, S&P 500 anjlok 4,36%, dan Indeks Philadelphia Semiconductor turun 12,25%.
Perusahaan pembuat chip mengalami kerugian terparah. Kemenangan Demokrat di Kongres dan tiga pemilihan gubernur di negara bagian pusat data utama menambah tekanan pada saham teknologi yang sudah terbebani keraguan atas belanja AI.
Pembalikan arah ini terjadi sangat cepat. Hanya sehari sebelumnya, Dow Jones sempat reli sekitar 1.500 poin dari hasil pemilu yang sama.
Perubahan tajam ini terlihat jelas pada Cboe Volatility Index (VIX). Indeks ini dibuat oleh Cboe dan melacak volatilitas 30 hari ke depan yang diharapkan para trader, berdasarkan harga opsi S&P 500. Wall Street sering menyebut indeks ini sebagai indeks ketakutan.
VIX ditutup di level 28,18, yang menurut Barchart menjadi kenaikan terbesar ketiga dalam sejarah indeks. Menurut TD, pembacaan antara 25 hingga 30 mengindikasikan turbulensi pasar yang meningkat, sementara angka di atas 30 menandakan pasar sangat volatil.
Seberapa Dalam Ketakutan di Pasar Saham?
Indeks Fear and Greed CNN menegaskan kondisi pasar saat ini. Indeks ini mengombinasikan tujuh indikator pasar, termasuk VIX, aktivitas opsi, serta permintaan obligasi junk dan safe haven.
Pada Jumat pagi, indeks ini menunjukkan angka 20. Sebagai perbandingan, sebulan yang lalu ada di level netral 47, dan pekan lalu berada di angka 26.
Aksi jual juga merambat ke Asia. Indeks utama Korea Selatan turun 8,55% pada hari Jumat, membuat KOSPI berada di bawah 5.000 untuk pertama kalinya sejak Februari.
Penurunan tersebut memicu penghentian perdagangan selama 20 menit di Seoul. SK Hynix dan Samsung Electronics, yang keduanya menyumbang sekitar setengah dari indeks, masing-masing kehilangan sekitar 10% atau lebih.
Apakah Ketakutan di Kripto Sudah Dekat Titik Bawah?
Sentimen kripto juga ikut goyah, meski titik awalnya jauh lebih tinggi. Indeks Crypto Fear and Greed yang diterbitkan oleh Alternative.me turun ke 28 dari level netral 50 hanya sehari sebelumnya.
Satu bulan lalu, indeks ini menunjukkan Greed di titik 71. Analis kripto CryptoTony memperkirakan penurunan masih akan berlanjut sebelum membaik, karena menilai ketakutan ekstrem sudah dekat dan titik bawah semakin mendekat.
Tapi, tidak semua orang setuju dengan pendapat tersebut. Analis Benjamin Cowen memperingatkan bahwa aksi jual seperti 2018 bisa saja membawa Bitcoin ke US$58.000.
Data historis sedikit mendukung untuk tetap bersabar. Dalam sembilan dari 10 koreksi Nasdaq terakhir, setelah enam bulan, Nasdaq diperdagangkan lebih tinggi.
namun, satu pengecualian muncul pada tahun 2022, saat The Fed terus menaikkan suku bunga. Para trader kini memperkirakan ada peluang 68% The Fed menaikkan suku bunga lagi pada bulan Desember.
Keadaan tersebut membuat kedua pasar sangat bergantung pada faktor yang sama. Laporan ketenagakerjaan Oktober, yang akan dirilis pada Jumat nanti, bisa menunjukkan apakah kebijakan moneter yang ketat masih akan membuat indeks ketakutan tinggi di saham dan aset kripto sekaligus.









