Bitcoin sedang berkonsolidasi di kisaran US$82.000 hingga US$83.000 setelah mundur dari level tertinggi terbaru di atas US$87.000. Analisis baru dari CryptoQuant memperingatkan bahwa S&P 500 juga menunjukkan kelemahan serupa.
Analis berbeda pendapat soal kemungkinan koreksi lebih dalam akan terjadi. Berikut data yang tersedia.
Mengapa Bitcoin dan S&P 500 Bergerak Bersamaan
Analisis CryptoQuant yang disampaikan oleh nocoffeenobrain menyoroti bahwa Bitcoin dan S&P 500 sedang mengalami kelemahan bersamaan. Pola seperti ini sebelumnya sering menjadi tanda akan terjadi penurunan yang lebih dalam di aset kripto.
Imbal hasil Treasury AS 10-tahun bergerak menuju level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir sementara momentum melemah di kedua pasar tersebut. Kondisi serupa pernah terjadi di akhir 2018, serta pada Januari sampai April 2025.
Pada akhir 2018, imbal hasil mulai turun dari puncaknya, saham-saham tertekan, dan aksi jual Bitcoin semakin membesar hingga akhir tahun. Di 2025, yield mundur dari puncak Januari sebelum gejolak April yang turut menekan saham dan Bitcoin.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung.
S&P 500 sendiri belum mengalami koreksi signifikan di siklus ini. Jika pasar saham mengalami tekanan lebih berat seiring naiknya yield, Bitcoin bisa ikut terdorong turun. Walau begitu, pemicunya mungkin berbeda dengan periode sebelumnya.
Inilah alasan peringatan dari CryptoQuant menjadi penting. Kelemahan kini terjadi di berbagai aset berisiko, bukan hanya di satu pasar saja. Trader juga akan mencermati pergerakan yield dalam beberapa hari ke depan.
Apakah Pasar Akan Mengalami Koreksi Lebih Dalam?
Jurrien Timmer dari Fidelity menyampaikan bahwa pasar mulai melebar minggu lalu. namun, hal ini terjadi di tengah tren menurun karena tema AI sedang dilepas. Hanya sekitar 55% saham yang diperdagangkan di atas rata-rata pergerakan 200 harinya. Menurut analisanya, cakupan pasar memang membaik, tapi masih cenderung lemah.
S&P 500 berbobot kapitalisasi sebagian besar bergerak sideways sejak awal Juni. Saat ini, indeks tersebut terjepit di antara kenaikan biaya modal dan kenaikan laba perusahaan yang masih berlanjut. Investor akan memperhatikan apakah cakupan pasar akan membaik dalam beberapa minggu ke depan. Reli yang lebih luas bisa memperlemah alasan terjadinya koreksi.
Tidak semua pihak bersikap hati-hati. Michaël van de Poppe melihat Bitcoin masih berkonsolidasi tanpa tanda pergerakan yang jelas. Ia menyarankan untuk bersabar sampai harga benar-benar breakout dari kisaran saat ini.
KillaXBT menilai siklus bear berikutnya mungkin tidak akan pernah turun di bawah US$100.000, sedangkan Crypto Rover menyoroti terjadinya golden cross dalam waktu dekat. Kedua pandangan ini lebih didasari analisis teknikal atau pola siklus, bukan pada data ekonomi makro.
Langganan channel YouTube kami untuk menyimak wawasan dari para pemimpin dan jurnalis ahli.
Perbedaan opini ini membuat prospek ke depan masih terbuka. Pergerakan Bitcoin bisa sangat bergantung pada apakah saham akan mengalami koreksi yang lebih dalam, yang sejauh ini belum terlihat.











