Orang Amerika yang belum punya kekayaan bersih US$1 juta atau gaji US$200.000 mungkin sebentar lagi bisa berinvestasi di perusahaan privat, dengan mengikuti ujian investor terakreditasi yang kini tengah dibuka untuk komentar publik oleh SEC.
Saat ini, kekayaan menjadi penentu siapa yang dianggap sebagai “investor terakreditasi”. Hanya mereka yang bisa membeli saham di sebagian besar startup dan dana privat sebelum perusahaan-perusahaan itu listing di bursa efek.
Apa yang Diuji dalam Ujian Investor Terakreditasi?
Financial Industry Regulatory Authority (FINRA), lembaga industri yang menerbitkan lisensi broker saham di AS, akan menyusun tes ini, menurut pengumuman SEC.
Siapa saja yang berusia 18 tahun ke atas bisa mengikuti ujian ini. Peserta akan mendapat waktu sekitar dua jam untuk mengerjakan kurang lebih 75 soal pilihan ganda, yang harus dikerjakan secara langsung (tatap muka).
Biaya ujian kemungkinan akan sama dengan tes broker pemula FINRA, saat ini sebesar US$100. Jika lulus, hasil ujian akan berlaku selama 10 tahun.
Risiko investasi akan menjadi bagian terpenting, yaitu sekitar 20% hingga 28% dari total soal. Selain itu, materi laporan keuangan, konflik kepentingan, dan tata kelola perusahaan juga akan diujikan.
SEC juga menanyakan apakah profesi seperti akuntan publik bersertifikat (CPA), pemegang gelar Chartered Financial Analyst (CFA), dan profesional Certified Financial Planner (CFP) sebaiknya langsung diakui sebagai investor terakreditasi.
Mengapa Armstrong Mendukung dan Siapa yang Menolak
Brian Armstrong, CEO exchange aset kripto Coinbase, menyebut rencana ini sebagai “langkah besar ke depan” bagi investor yang selama ini tidak bisa masuk ke kesepakatan privat.
“Selama ini, hanya orang-orang paling kaya yang mendapat akses ke pasar privat. Retail selalu tertinggal,” ia tulis dalam sebuah postingan.
Perusahaan kripto sudah mulai masuk ke pasar ini. Pada bulan September, MoonPay sepakat membeli North Capital, sebuah broker asal Utah yang mengelola kesepakatan saham privat.
namun, tidak semua orang melihat ujian ini sebagai solusi. Komisaris SEC, Hester Peirce, mendukung aturan yang lebih longgar tetapi berpendapat ujian ini justru tetap membuat pemerintah menjadi penjaga gerbang, papar firma hukum Mayer Brown.
Sementara itu, Noah Damsky, pimpinan Marina Wealth Advisors, menyebut ide ujian ini sebagai “sangat buruk” dalam komentarnya ke Financial Planning. Ia berpendapat banyak produk pasar privat tidak cocok untuk investor biasa.
Waktu pengajuan kebijakan ini juga mendapat perhatian. Dana yang terkumpul oleh dana privat diperkirakan akan turun lima tahun berturut-turut, menurut data PitchBook.
Dengan pencairan dana dan pembayaran hasil makin sedikit, investor institusi sekarang punya lebih sedikit dana untuk dialokasikan ke dana baru, ulas PitchBook.
Better Markets, kelompok reformasi keuangan, mengaitkan rencana SEC ini dengan perlambatan tren tersebut. Direktur kebijakan sekuritas mereka, Benjamin Schiffrin, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa dana privat butuh tabungan investor ritel “ketika investor institusi makin banyak menarik diri dari pasar privat.”
Publik punya waktu sampai 4 Desember untuk memberikan komentar. Ujian ini merupakan bagian dari upaya lebih luas yang dipimpin oleh Ketua SEC Paul Atkins, untuk membuka akses pasar privat ke investor ritel, bersamaan dengan proposal yang memungkinkan lebih banyak dana mengenakan biaya kinerja.









