Saham CoreWeave melonjak lebih dari 6% pada Selasa pagi setelah perusahaan infrastruktur AI ini mengumumkan bahwa sebagian besar kapasitas data-center yang direncanakan di Kopenhagen sudah beroperasi.
Kabar ini memberi harapan baru kepada investor bahwa ekspansi mahal mereka mulai menunjukkan kemajuan. Meski begitu, kekhawatiran finansial yang serius masih membayangi. Investor yang membeli utang CoreWeave menuntut imbal hasil yang sangat tinggi, mencerminkan kekhawatiran atas kemampuan perusahaan dalam membayar utangnya.
Mengapa Investor Khawatir Terhadap Utang CoreWeave?
CoreWeave menyewakan chip Nvidia yang sangat kuat kepada perusahaan yang mengembangkan kecerdasan buatan (AI). Pembangunan data center tersebut menelan biaya miliaran US$, dan sebagian besar dari itu berasal dari pinjaman.
Tekanan keuangan makin meningkat. Beban bunga bersih CoreWeave per kuartal mencapai US$640 juta pada periode April hingga Juni, naik dari US$267 juta pada tahun sebelumnya.
Obligasi mereka menunjukkan situasi yang bahkan lebih mengkhawatirkan.
Obligasi pada dasarnya adalah pinjaman dari investor kepada perusahaan yang dibalas dengan pembayaran bunga. Salah satu penerbitan obligasi CoreWeave senilai US$2,75 miliar menjanjikan bunga tahunan 9,75% hingga tahun 2031.
namun, harga pasar obligasi itu turun sehingga imbal hasil tahunannya melonjak hingga 15,76%. Artinya, pembeli bisa mendapat imbalan jauh lebih besar asalkan CoreWeave membayar lunas sesuai janji.
Imbal hasil setinggi itu menunjukkan bahwa investor menilai risiko gagal bayar sangat besar.
Jim Cramer Menantang Nvidia untuk Berani Ambil Risiko
Kekhawatiran ini membuat Jim Cramer dari CNBC menantang CEO Nvidia, Jensen Huang, pada hari Selasa.
Jika Huang yakin keuangan CoreWeave kuat, Cramer berargumen bahwa Nvidia seharusnya mau membeli obligasi berimbal hasil tinggi milik CoreWeave dan ikut menanggung risiko tersebut.
Huang telah membela CoreWeave sebelumnya di bulan ini.
“Saya optimistis. Biaya modal mereka sebenarnya sedang menurun,” ujar dia kepada Bloomberg.
Saat ini Nvidia sudah memiliki sekitar 10% saham CoreWeave dan menjalin kesepakatan senilai US$6,3 miliar untuk membeli kapasitas komputasi yang tidak terpakai hingga tahun 2032.
Jika Nvidia membeli obligasi yang sudah terbit, eksposur mereka akan meningkat, walaupun hal itu tidak langsung memberi suntikan dana baru untuk CoreWeave.
Prediksi Harga Saham CoreWeave: Bisa Tembus Berapa?
Meski ada kekhawatiran soal utang, analis Wall Street secara umum masih optimistis.
Menurut TipRanks, 22 dari 30 analis merekomendasikan beli CoreWeave, dengan rata-rata target harga 12 bulan di US$130,92.
Angka itu berarti potensi kenaikan sekitar 124% dari harga Selasa pagi sebesar US$58,54. namun, prediksi tersebut sangat bervariasi mulai dari US$39 sampai US$250, dan beberapa bank baru-baru ini menurunkan target harga mereka.
Bagi investor, pertanyaannya adalah apakah CoreWeave bisa menghasilkan cukup banyak uang tunai dari bisnis AI mereka yang terus berkembang untuk mengelola utang yang digunakan selama ekspansi.











