Terkait topik iniDewan Intelijen Pasar

Apakah Crash Pasar Saham Cina Akan Pengaruhi Harga Bitcoin?

Gelembung saham AI di Cina terus mengempis. Pada 27 Oktober, indeks STAR50 turun 4,81%, memperpanjang penurunan sekitar 40% sejak Juli dan menghapus sekitar US$480 miliar.

Namun, Bitcoin tetap bertahan di kisaran US$80.400, dan dua skenario bisa menentukan apakah aksi jual ini akan merembet ke aset kripto.

Disponsori
Disponsori

Skenario Satu: Mengapa Penyebaran Global Bisa Mengenai Bitcoin

Risiko terbesar dalam waktu dekat adalah efek cermin di Wall Street, bukan aksi jual kripto langsung dari Cina. Jika laporan keuangan teknologi AS ke depan menunjukkan bahwa belanja infrastruktur AI masih jauh mengalahkan pendapatan yang sudah terealisasi, kekhawatiran soal aset yang overvalued bisa menyebar ke pasar lain.

Indeks ditutup di angka 1.252,28, sedangkan CSI 300 turun sekitar 4,81% dalam 24 jam terakhir. Data pasar menunjukkan, saham teknologi memimpin aksi jual di sesi akhir.

Meski begitu, Cina melarang perdagangan kripto dan sebelumnya mendorong para miner untuk pindah ke luar negeri. Maka, aksi jual dari Cina sebenarnya tidak punya jalur langsung ke Bitcoin.

Risiko utama justru berada di tempat lain:

  • Laporan keuangan teknologi AS bisa menunjukkan belanja AI masih melebihi pendapatan.
  • Exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot telah membuat BTC semakin terikat dengan saham teknologi.
  • Manajer dana sering menjual aset cair saat terjadinya penurunan tajam di bursa saham.

Pasar prediksi juga menampilkan peluang tekanan lebih lanjut pada saham chip maupun AI di Barat.

Disponsori
Disponsori

Skenario Dua: Bisakah Modal Kembali Mengalir ke Bitcoin?

CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, baru-baru ini mengungkapkan bahwa kegagalan di sektor AI mungkin hanya berdampak kecil pada Bitcoin. Menurutnya, Bitcoin pada dasarnya tidak ikut menikmati reli AI.

Sementara itu, Scott Melker menyoroti komentar dari Brett Winton dari ARK.

Winton menyebut, komputasi AI menyedot modal seperti “lubang hitam”, sehingga biaya peluang untuk menjadi holder Bitcoin ikut naik.

Alasan optimistis didasarkan pada tiga hal berikut:

  • Investor yang dulu menjual Bitcoin demi mengejar saham AI bisa kembali masuk.
  • Bitcoin tidak bergantung pada rantai pasok chip maupun subsidi dari pemerintah.
  • Rotasi modal bisa mendukung harga setelah aksi jual risk-off awal mereda.

Walau demikian, Ju menegaskan bahwa jatuhnya sektor AI tidak otomatis bullish atau bearish untuk Bitcoin.

Apa Prediksi Analis untuk Pergerakan Harga Bitcoin Selanjutnya

Dalam waktu dekat, para trader tengah mengamati level penting. Ted Pillows menyampaikan bahwa Binance terus melakukan pembelian. Ia juga menambahkan, Bitcoin butuh penutupan harian di atas US$81.000 agar bisa kembali mendapatkan momentum.

Di sisi lain, Michaël van de Poppe menyoroti minggu yang penuh dengan agenda ekonomi makro dan laporan keuangan. Ia menjelaskan bahwa munculnya konsensus bearish kerap terjadi mendekati bottom lokal, jadi potensi kejutan naik masih terbuka.

Pada akhirnya, arah Bitcoin mungkin tidak banyak bergantung pada Cina dan lebih kepada apakah narasi belanja AI di AS masih bertahan. Untuk saat ini, pelaku pasar menantikan laporan keuangan dan sinyal dari The Fed.

Penyangkalan

BeInCrypto berkomitmen pada pelaporan yang tidak bias dan transparan. Artikel berita ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Namun, pembaca disarankan untuk memverifikasi fakta secara independen dan berkonsultasi dengan profesional sebelum mengambil keputusan apa pun berdasarkan konten ini. Harap diperhatikan bahwa Syarat dan Ketentuan, Kebijakan Privasi, dan Disclaimer kami telah diperbarui.

Disponsori
Disponsori