Seorang ahli strategi Wall Street memperingatkan pada hari Minggu bahwa pasar saham bisa runtuh dalam 30 hari. Tapi, pada Senin pagi, satu saham benar-benar mengabaikan peringatan tersebut.
Coinbase (COIN) melonjak hampir 8% dan terus naik, diperdagangkan mendekati US$188,50. Sementara itu, reksa dana yang melacak 500 perusahaan terbesar di AS turun 0,8% pada jam-jam yang sama.
Bear yang Menggerakkan Saham
Peringatan datang dari Mike Wilson, kepala strategi ekuitas AS di Morgan Stanley. Ia menuturkan kepada para klien bahwa minyak adalah ancaman utama, bukan kecerdasan buatan (AI).
“Saya memang berpikir dalam 30 hari ke depan, jika harga minyak naik ke US$120, US$130, US$140, itu akan menguras likuiditas”
BeInCrypto meliput peringatan crash tersebut pada hari Minggu. Namun, Coinbase sama sekali tak menghiraukan sehari berikutnya.
Kenaikan harga ini datang dari Compass Point, sebuah firma di Washington yang fokus pada perdagangan berbasis politik. Analis Ed Engel mengubah rekomendasi terhadap Coinbase dari jual menjadi netral.
Meski Engel memilih posisi netral, penting untuk dicatat kalau ia tidak menyarankan beli. Target harga baru dari Engel adalah US$177. Coinbase sudah berhasil melewatinya saat pembukaan pasar.
Voting yang Ia Prediksi Akan Gagal
Analisis Engel bertumpu pada RUU Digital Asset Market Clarity Act. Senat akan melakukan voting pekan ini. RUU tersebut akan menentukan regulator mana yang berhak mengawasi dunia aset kripto.
Bagi Coinbase, aturan ini sangat penting. Dengan adanya aturan, mereka bisa listing token tanpa harus menunggu digugat. RUU itu sempat mundur ke bulan September dan kini jadi voting terakhir sebelum November.
Engel memperkirakan RUU ini akan gagal.
Jadi para investor tetap membeli saham walau analis memperkirakan RUU itu gagal minggu ini.
Wall Street Juga Belum Sepakat
MARA Holdings (MARA) justru sebaliknya, turun 2% setelah JPMorgan menurunkan rating ke underweight karena proyek pusat data bersama Starwood.
Kejadian ini sudah pernah terjadi, saat Morgan Stanley menghitung dengan rumus hampir sama pada bulan Mei, kepala hubungan investor Robert Samuels menanggapi perhitungan tersebut.
“Jika Anda benar-benar membaca catatan itu, perhitungannya nampaknya salah terkait kemitraan dengan Starwood, bahkan setelah kami berikan contoh cara kerja ekonominya.”
Tapi Morgan Stanley sebenarnya tak bersikap bearish di sini. Mereka membuka liputan pada 10 September dengan target US$250, jauh di atas rata-rata US$201 dari 28 analis yang mengulas Coinbase.
Target-target tersebut berkisar dari US$95 hingga US$330. Hari Senin menjawab suara terendah di antara para analis.









