Sejumlah calon investor dikabarkan meragukan apakah Anthropic bisa memulai roadshow penawaran umum perdana (IPO) tepat waktu guna melakukan listing pada bulan November. Empat sumber yang mengetahui pembicaraan ini menyebutkan kepada Reuters bahwa investor menginginkan harga yang lebih menarik sebelum mereka berkomitmen.
Roadshow, yaitu serangkaian pertemuan dengan investor sebelum menentukan harga, awalnya dijadwalkan pada minggu 9 November. Jika terjadi penundaan, hal ini bisa menekan pasar saham yang saat ini didominasi oleh sektor teknologi besar.
Apa yang Diinginkan Investor Anthropic IPO Sebelum Roadshow?
Harga menjadi kendala utama, sebab sebagian investor menilai valuasi US$1,5 triliun yang dibahas terasa terlalu tinggi. Salah satu investor menyarankan harga bisa saja mendekati US$1 triliun, Wall Street Journal melaporkan.
Menurut Reuters, Anthropic mungkin juga perlu menawarkan diskon lebih besar mengingat kerugian kuartalan dan komitmen mitra dalam jumlah besar.
Masalah kedua adalah angka yang belum dilihat para investor. S-1 Anthropic yang sudah diperbarui, yaitu dokumen pendaftaran IPO, tidak mencantumkan pendapatan Oktober.
Investor dikabarkan menginginkan angka itu agar mereka dapat menilai apakah pertumbuhan sudah pulih kembali. Pendapatan kuartal ketiga naik 46,7% dibanding Q2, melambat dari 144,2% di kuartal sebelumnya, menurut dokumen yang telah diamendemen.
Ikuti kami di X agar tidak ketinggalan berita terbaru setiap saat
Apa yang Terjadi Jika Anthropic Menunggu?
Jika jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu keluar terlambat, Anthropic masih sanggup menunda IPO. Dana tunai sebesar US$146,6 miliar pada 30 September memberi ruang untuk menunda atau memperkecil nilai penawaran. Para eksekutif dan penasihat dikabarkan akan meninjau ulang IPO dalam beberapa hari ke depan.
Tinjauan ini dilakukan setelah pada hari Kamis, saham di AS kehilangan sekitar US$2 triliun hanya dalam satu jam perdagangan pertama.
Kepala investasi Truist Advisory Services, Keith Lerner, menyebut bahwa sektor teknologi tertinggal 10,7% dari S&P 500 selama satu bulan terakhir. Ia menyatakan ini merupakan gap satu bulan paling ekstrim sejak Mei 2002.
“Kami sekarang menyaksikan sesuatu yang mirip aksi mogok beli di sektor teknologi,” tutur Keith Lerner.
Siapa Lagi yang Menunggu Harga Anthropic?
Ternyata, bukan hanya para pemegang saham Anthropic yang menanti. Bob Peck dari New York Angels melihat harga Anthropic sebagai acuan bagi raksasa cloud bernilai US$2 triliun hingga US$4 triliun.
Beberapa investor juga ingin mengetahui harga Anthropic sebelum mendukung OpenAI, menurut laporan Financial Times.
Pembeli ritel juga bisa terkena imbasnya. Beberapa analis memprediksi permintaan dari pasar ritel akan tinggi, seperti yang terjadi pada SpaceX, ujar Reuters. namun, SpaceX kehilangan 20% nilai dari puncaknya hanya dalam seminggu setelah debut pada bulan Juni lalu.
Sebelum para pembeli tersebut berkomitmen, Anthropic perlu memberikan laporan angka pendapatan Oktober. Pertumbuhan sebelumnya pernah melonjak, misalnya 132% di Q1 2026 dari 48% di Q4 2025, menurut dokumen S-1.
Jika pemulihan serupa terjadi, selisih harga bisa lebih kecil. Jika tidak ada lonjakan itu, roadshow akan jadi ujian bagaimana menetapkan harga sebuah laboratorium AI frontier di tengah kondisi penjualan saham teknologi.
Langganan channel YouTube kami untuk menyimak wawasan dari para pemimpin serta jurnalis ahli









