Malone Lam mengaku bersalah pada Selasa atas konspirasi pemerasan yang menyebabkan hilangnya lebih dari US$245 juta dalam bentuk aset kripto.
Warga negara Singapura berusia 22 tahun ini memimpin sebuah kelompok yang lebih sering mengelabui orang secara langsung daripada menembus sistem perangkat lunak. Jaksa menyebut, kelompok kriminal ini beroperasi sejak Oktober 2023 hingga setidaknya Mei 2025.
Pengakuan Bersalah Malone Lam Mengakhiri Aksi Pencurian Selama Dua Tahun
Menurut dokumen pengadilan, Lam merupakan otak dari konspirasi kejahatan siber internasional ini. Ia yang mengatur organisasi, menentukan target, serta mengoordinasikan peran para pelaku lainnya. Lam menggunakan nama samaran “Anne Hathaway,” “$$$” dan “King Greavy”.
Skema ini berkembang dari koneksi yang terjalin lewat platform game online. Anggotanya menjalankan aksi dari California, Connecticut, New York, Florida, maupun dari luar negeri.
Ikuti kami di X untuk mendapat berita terbaru secara langsung
Kelompok ini menggunakan teknik rekayasa sosial dan kadang-kadang membobol rumah korban demi mendapatkan informasi yang memungkinkan mereka menguras wallet korban.
Kasus ini bermula dari surat dakwaan pada September 2024 atas pencurian 4.100 Bitcoin (BTC) dari satu korban di Washington D.C. Penyelidik kemudian mengaitkan pencurian ini ke jaringan kejahatan senilai US$263 juta. Salah satu pelaku pencucian uang dijatuhi hukuman penjara 70 bulan pada April lalu.
Aset Curian Dipakai untuk Jet Pribadi, Mobil Mewah, dan Tagihan Nightclub
Pola belanjanya meninggalkan jejak yang sangat jelas. Tagihan di klub malam bisa mencapai US$500.000 dalam satu malam, dan harga jam tangan yang mereka beli lebih dari US$500.000 per buah.
Para pelaku juga menyewa rumah di Los Angeles, Miami, serta Hamptons. Mereka mempekerjakan tim keamanan pribadi, menyewa jet, dan membeli mobil mewah dengan harga hingga US$3,8 juta.
Jaksa AS Jeanine Ferris Pirro menegaskan pengakuan bersalah ini sebagai peringatan bagi siapapun yang ingin meniru aksinya.
“Jika kamu membangun kerajaan kejahatan siber, kami akan menemukanmu, membongkar operasimu, dan membuatmu bertanggung jawab. Terdakwa ini memimpin jaringan internasional yang menipu korban lewat tipu daya, merusak privasi mereka, dan mencuri ratusan juta dolar dalam aset kripto,” ujar dia.
Hakim Colleen Kollar-Kotelly menerima pengakuan bersalah atas satu tuduhan konspirasi RICO dan menjadwalkan sidang status pada 8 Desember. Kasus ini mempertegas peringatan yang terus disampaikan peneliti keamanan bahwa seiring meningkatnya kasus wrench attack dan rekayasa sosial, titik lemah utama justru berada di luar wallet.
Langganan channel YouTube kami untuk menonton wawancara para pemimpin serta jurnalis dengan wawasan ahli









