Kalshi dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) sama-sama memberikan sanksi kepada operator teleprompter Gedung Putih pada hari Jumat. Gabriel Perez sudah mempertaruhkan isi pidato Trump sebelum presiden membacakannya dengan lantang.
Perez harus menyerahkan keuntungan sebesar US$107.539,02. Ia juga membayar denda tambahan US$65.000. Dia tidak boleh trading selama tiga tahun.
Mengapa Denda Pegawai Gedung Putih Ini Terbilang Rendah
CFTC memberikan potongan denda dan secara jelas menyatakan hal tersebut dalam surat keputusan. CFTC memberi pengakuan atas apa yang disebutnya sebagai kerja sama luar biasa.
“Berdasarkan surat keputusan, Perez harus mengembalikan keuntungan yang diperoleh dari trading ilegalnya sebesar US$107.539,02 dan membayar denda perdata sebesar US$65.000, mewakili diskon besar… karena kerja sama luar biasa dari Perez dengan CFTC,” bunyi kutipan dalam surat tersebut.
Kasus Kalshi sebelumnya menunjukkan nilai dari kerja sama ini. Pada bulan Juli, agensi tersebut mendenda mantan anggota kongres George Santos sebesar US$17.500 dan merebut kembali US$17.569,98.
Santos membayar sekitar US$1 denda untuk setiap US$1 yang dia peroleh. Perez membayar sekitar 60 sen saja.
Keduanya mendapatkan larangan trading selama tiga tahun. Surat keputusan turun hanya terpaut 28 hari. Jika menggunakan standar Santos, Perez seharusnya membayar mendekati US$107.000. Tapi dia hanya membayar US$65.000.
Meski begitu, Perez tidak pernah menyerahkan diri. Kalshi menandai akunnya dan mengirimkan berkasnya ke Washington. Ia baru bicara setelah penyidik mendatanginya.
Rincian ini penting, apalagi setelah kebijakan CFTC yang diterbitkan Mei lalu memberi diskon terbesar untuk orang yang melapor terlebih dulu. Perez tidak melakukan itu. Surat keputusan juga tidak mengungkapkan di tingkat mana Perez mendapat potongan.
Peringatan Kalshi untuk Semua Pengguna Lainnya
Robert DeNault, kepala penegakan hukum di Kalshi, mengumumkan hasil ini sekaligus mengingatkan semua pengguna.
“Siapa pun Anda, jika melanggar aturan kami atau hukum federal, Anda akan menerima konsekuensinya,” tegas DeNault.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Di sisi lain, kabar ini muncul hanya delapan hari setelah pimpinan CME Group, Terry Duffy, menyinggung kasus ini dalam perdebatan soal prediction market. Ia berpendapat bahwa kontrak peristiwa yang terdaftar di AS bisa saja dimanipulasi. Sementara Ketua CFTC, Michael Selig, menyebut contohnya dari luar negeri.
Surat keputusan pada hari Jumat menjadi jawabannya. Perez melakukan trading di exchange AS yang diatur oleh CFTC. Exchange yang sama juga yang menemuinya.
BeInCrypto melaporkan taruhan pidato ini pada bulan Juli, saat Perez masih bertugas di sana.
Sementara itu, Kalshi tetap melisting kontrak pada apapun yang presiden katakan selanjutnya. Peringatan dalam surat keputusan Jumat bukan hanya soal exchange yang berpotensi menangkap pelanggar, melainkan juga nilai kerja sama jika sampai tertangkap.









