Terkait topik iniLaporan GBA

CZ Bagikan Cara Tetap SAFU saat Gelombang Kebocoran Data Kripto Serang 4 Perusahaan Besar

  • CZ membagikan playbook keamanan setelah empat kebocoran dalam satu hari.
  • Kebocoran menerpa perusahaan aset kripto dan keuangan tradisional pada hari yang sama.
  • Zhao mendesak penggunaan alias email unik dan aplikasi autentikator dibandingkan kode SMS.
Promo

Pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), membagikan pedoman keamanan setelah empat kebocoran data menyerang dua exchange kripto utama dan dua perusahaan keuangan Korea dalam satu hari. Zhao memperingatkan, setiap kebocoran data aset kripto ikut memperburuk aksi phishing, SIM swap, dan rekayasa sosial.

Semua dana tetap aman dalam setiap kasus yang dilaporkan sejauh ini. Tapi, nama, email, dan nomor telepon yang bocor langsung memberi daftar pengguna exchange yang bisa jadi target penipuan karena punya saldo kripto.

Bagaimana CZ Ingin Pengguna Tetap SAFU setelah Kebocoran Data Kripto

SAFU awalnya adalah meme kripto tahun 2018 yang salah eja dari “safe” (aman). Binance kemudian memakai nama Secure Asset Fund for Users untuk dana cadangan darurat mereka.

Disponsori
Disponsori

Pertama, Zhao menyarankan pengguna membuat alias email unik untuk setiap exchange. Jadi, jika terjadi kebocoran, datanya tetap terisolasi dan pengguna bisa tahu layanan mana yang kehilangan data mereka.

Pendiri Binance itu juga menganjurkan agar tidak menggunakan two-factor authentication (2FA) berbasis SMS. Sebagai gantinya, Zhao merekomendasikan hardware key, passkey, atau aplikasi authenticator, karena nomor telepon yang bocor menjadi jalur utama untuk aksi SIM swap.

Selain itu, siapa pun yang menghubungi terkait masalah keamanan atau pengembalian dana harus dianggap penipu, ujar Zhao, meskipun mereka tahu detail akun. Contohnya, email phishing Passport wallet terbaru bahkan mencantumkan alamat rumah asli para penerima email.

Ketika seorang pengguna menjawab bahwa email phishing terus berdatangan, Zhao menyuruh mereka segera mengganti alamat emailnya.

Tips CZ agar tetap SAFU setelah kebocoran data kripto
Panduan CZ agar Tetap SAFU setelah Kebocoran Data | Sumber: BeInCrypto

Mengapa Kebocoran Terbaru Membuat Risiko Meningkat

Di Coinbase, kebocoran data terjadi lewat Amplitude, vendor analitik asal AS, terang Zhao. Sementara, Bithumb pada 27 Oktober menemukan pihak luar memasuki sistem groupware mobile internal mereka, menurut laporan Korea Times.

Pada sektor keuangan tradisional, Daishin Securities mengonfirmasi kebocoran yang memengaruhi 38.490 pelanggan. Sebaliknya, Mirae Asset Global Investments menyebut peretas hanya bisa melihat beberapa nama karyawan.

Kejadian Bithumb menambah daftar kebocoran data aset kripto pada rangkaian serangan keuangan di Korea Selatan yang dimulai sejak Bank Shinhan pada akhir September. Pelaku diduga di balik pembobolan bank Korea sebelumnya bahkan dikabarkan sempat bertanya ke AI soal cara menjual data curian.

Risiko fisik sekarang juga meningkat. Data alamat yang bocor dan dikombinasikan dengan data kepemilikan kripto telah memicu ‘wrench attack’, di mana penjahat diperkirakan berhasil mencuri sekitar US$30 juta pada paruh pertama 2026.

Pekan lalu, Zhao berpendapat bahwa data bocor lebih banyak memicu phishing ketimbang serangan AI ke kriptografi Bitcoin. Tak lama berselang, empat kebocoran baru langsung menyerahkan data kontak segar ke scammer, baik di dunia aset kripto maupun keuangan tradisional.

Penyangkalan

BeInCrypto berkomitmen pada pelaporan yang tidak bias dan transparan. Artikel berita ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Namun, pembaca disarankan untuk memverifikasi fakta secara independen dan berkonsultasi dengan profesional sebelum mengambil keputusan apa pun berdasarkan konten ini. Harap diperhatikan bahwa Syarat dan Ketentuan, Kebijakan Privasi, dan Disclaimer kami telah diperbarui.

Disponsori
Disponsori