Para pakar Wall Street menyebut pasar telah melewati beberapa kekhawatiran terbesar di bulan September. Bitcoin (BTC) melonjak lebih dari 6% dan diperdagangkan mendekati US$86.600 karena minat risiko kembali muncul.
Anastasia Amoroso, kepala strategi investasi di Partners Group, menjelaskan kepada Closing Bell CNBC bahwa kekhawatiran terkait minyak, keamanan artificial intelligence (AI), dan kenaikan suku bunga kini sudah mereda. Hal ini membuka peluang bagi saham untuk terus naik sampai akhir tahun.
Kenaikan The Fed dan BOJ Tidak Mengguncang Pasar
The Federal Reserve dan Bank of Japan (BOJ) sama-sama menaikkan suku bunga bulan ini. Kebijakan ini sempat membuat investor waspada karena memperkirakan kebijakan moneter makin ketat.
Ryan Detrick, kepala strategi pasar di Carson Group, memaparkan bahwa nada The Fed terdengar lebih dovish daripada yang diperkirakan. Ini membantu memperpanjang periode di mana S&P 500 sudah 37 hari tanpa penurunan 1%.
Stabilitas ini mencerminkan sebuah pola ketahanan pasar yang belakangan menjadi perhatian para pakar. Sikap hati-hati investor, dalam pandangan tersebut, justru menjadi bahan bakar dan bukan sinyal peringatan.
Katie Stockton, pendiri Fairlead Strategies, menuturkan bahwa saham teknologi dengan kapitalisasi besar dan saham semikonduktor kembali memimpin kenaikan. Ia menilai rotasi semacam itu penting agar tren naik yang lebih luas tetap bertahan.
Akankah Reli Bitcoin Mengikuti Kenaikan Saham?
Optimisme ini memunculkan pertanyaan penting untuk investor aset kripto. Apakah Bitcoin akan mengikuti gelombang kenaikan jika saham terus naik hingga kuartal keempat? Ataukah modal justru akan berputar kembali ke aset tradisional?
Sejarah Bitcoin memberikan jawaban yang bervariasi. Aset ini pernah tidak mengikuti reli saham sama sekali, meskipun biasanya berperan sebagai proksi teknologi berisiko tinggi.
Untuk saat ini, pergerakan harga Bitcoin selama 24 jam terakhir menunjukkan cerita berbeda. Para trader nampaknya menganggap The Fed yang lebih dovish sebagai sentimen bullish untuk kedua pasar sekaligus. Sentimen ini dipandang sebagai angin segar, bukan alasan untuk meninggalkan aset kripto.
Apakah keterkaitan ini akan berlanjut atau tidak kemungkinan besar bergantung pada laporan keuangan dan pernyataan The Fed dalam beberapa minggu ke depan. Selain itu, hal ini juga akan sangat ditentukan apakah reli Bitcoin bisa sejalan dengan pergerakan saham sepanjang kuartal keempat.









