Arthur Hayes mengatakan penurunan EUR/JPY bisa membuka gelombang likuiditas baru ke aset kripto. Ia berpendapat bahwa pergerakan mata uang tersebut menandakan lebih banyak pencetakan dolar oleh Federal Reserve.
Kepala investasi Maelstrom ini memprediksi EUR/JPY akan turun dari sekitar 185 menjadi di bawah 140 pada Juni 2027. Ia mengaitkan pergerakan ini dengan strategi mata uang Menteri Keuangan AS, Scott Bessent.
Mengapa EUR/JPY Menjadi Indikator Likuiditas Kripto Versi Hayes
Pada Juli, The Fed New York menjual euro untuk membantu penyelamatan yen Jepang. Mereka menggunakan Exchange Stabilization Fund (ESF) milik Treasury, bukan menggunakan dolar.
Hayes berpendapat bahwa langkah ini menjadi gambaran pola yang lebih besar. Sekutu memperoleh likuiditas dolar meski Fed tidak resmi menambah neraca keuangannya.
Senator Elizabeth Warren sudah meminta Bessent untuk menjelaskan alasan penggunaan ESF. Ia belum mengungkapkan jumlah dana yang digunakan secara keseluruhan.
Hayes juga menyoroti meningkatnya penggunaan pasar repo oleh Fed untuk menopang permintaan atas Treasury. Dinamika repo yang mirip juga jadi fondasi analisis BeInCrypto yang mengaitkan program pembelian kembali Bessent dengan perhitungan Bitcoin US$224.000.
Maelstrom, kantor keluarga miliknya, memegang Bitcoin (BTC) sebagai posisi long struktural terlepas dari fluktuasi jangka pendek.
Pemicu Politik di Prancis
Prediksi EUR/JPY Hayes juga didasari oleh situasi di Prancis. Ia memaparkan dalam newsletter terbarunya bahwa melebar-nya yield obligasi dan rapuhnya perbankan di sana bisa memaksa Banque de France melakukan stimulus tidak resmi, apalagi menjelang Pilpres Prancis 2027.
Skenario itu merupakan kerangka pikir versi Hayes sendiri, bukan kebijakan yang sudah diumumkan. Tidak ada pejabat bank sentral Prancis maupun Eropa yang memberi sinyal ke arah tersebut.
Ia juga menyebut selisih yield obligasi Prancis dan Jerman yang makin melebar. Menurutnya, selisih tersebut hampir setinggi masa krisis euro 2011.
Meski begitu, Hayes menyebut tekanan terhadap perbankan Prancis bisa membuat peran mereka di pasar pendanaan jangka pendek berkurang. Ia berpendapat kondisi tersebut akan menarik The Fed lebih dalam lagi ke pembelian repo untuk menjaga pasar Treasury tetap berjalan.
Hayes menyebut lemahnya EUR/JPY sebagai tanda peringatan tercepat bahwa likuiditas sedang meningkat.
Apakah euro akan bergerak sesuai waktu yang diperkirakan Hayes masih belum pasti dan sifatnya spekulatif. Jika EUR/JPY terus melemah hingga pemilu Prancis tahun depan, itu bisa menjadi tandanya.
Trader aset kripto bisa saja nantinya justru memantau pergerakan pasangan mata uang ketimbang arus ETF untuk melihat sinyal likuiditas berikutnya.









