Adobe Tunjuk Anil Chakravarthy Sebagai CEO, namun Kekhawatiran AI Pengaruhi Saham

  • Adobe menunjuk Anil Chakravarthy sebagai CEO, menggantikan Shantanu Narayen setelah 18 tahun.
  • Narayen menjadi executive chair saat Chakravarthy mengambil alih pada 1 Desember.
  • Saham Adobe turun 18% pada 2026 karena kekhawatiran gangguan AI.
Promo

Adobe (ADBE) menunjuk Anil Chakravarthy sebagai presiden dan CEO berikutnya pada hari Kamis. Ia menggantikan Shantanu Narayen, yang mundur setelah 18 tahun seiring kekhawatiran AI menekan harga saham Adobe.

Narayen akan menjadi executive chair dan mendampingi Chakravarthy dalam proses peralihan, yang mulai berlaku 1 Desember. Pada saat yang sama, Chakravarthy juga akan bergabung ke dewan direksi Adobe.

Peralihan Kepemimpinan

Chakravarthy sebelumnya memimpin unit orkestrasi pengalaman pelanggan Adobe dan operasi lapangan di seluruh dunia. Ia bergabung dengan Adobe hampir tujuh tahun lalu setelah menjabat sebagai chief executive di Informatica, sebuah perusahaan manajemen data enterprise. Perusahaan tersebut dulu bermitra dengan Adobe di bawah kepemimpinan Narayen.

“Peluang ke depan bagi Adobe tidak terbatas berkat rekam jejak kami dalam menciptakan kategori pasar baru dan produk kelas dunia. Anil adalah pemimpin transformasional berpengalaman yang selalu mengutamakan nilai, integritas, dan pemahaman mendalam terhadap bisnis kami.”

“Peluang ke depan bagi Adobe tidak terbatas berkat rekam jejak kami dalam menciptakan kategori pasar baru dan produk kelas dunia. Anil adalah pemimpin transformasional berpengalaman yang selalu mengutamakan nilai, integritas, dan pemahaman mendalam terhadap bisnis kami,” papar Shantanu Narayen, CEO Adobe yang akan segera lengser, dalam sebuah pernyataan

Disponsori
Disponsori

“Banyak alasan saya datang adalah untuk kesempatan bekerja dengannya dan bersama tim kepemimpinan di Adobe.”

“Banyak alasan saya datang adalah untuk kesempatan bekerja dengannya dan bersama tim kepemimpinan di Adobe,” tutur Anil Chakravarthy, CEO baru Adobe, dalam sebuah wawancara tahun 2021 dengan CNBC

Di sisi lain, David Wadhwani mengumumkan akan meninggalkan Adobe sesudah hampir lima tahun memimpin bisnis kreativitas dan produktivitas perusahaan tersebut.

Para pengamat sebelumnya melihatnya sebagai kandidat CEO terkuat karena perannya dalam upaya Adobe mengakuisisi perusahaan desain Figma. Tapi, regulator memaksa kedua perusahaan membatalkan kesepakatan itu pada 2023.

Mengapa Harga Saham Adobe Terus Turun

Perubahan CEO ini terjadi saat saham Adobe masih berada di bawah tekanan. Harga sahamnya turun 25% pada 2024, lalu turun lagi 21% di 2025, dan hingga kini sudah turun 18% di 2026. Saham Adobe juga melemah sekitar 2% dalam perdagangan setelah penutupan menyusul pengumuman hari Kamis.

Saham Adobe sedang tertekan.
Saham Adobe sedang tertekan. Sumber gambar: Trading View

Sementara itu, penurunan ini meniru pelemahan yang lebih luas di antara saham perangkat lunak yang ikut anjlok akibat kekhawatiran AI. Investor khawatir alat generative AI bisa menggerus permintaan perangkat lunak berbasis langganan.

Perusahaan perangkat lunak sejenis juga mendapat tekanan serupa lantaran keberadaan alat AI gratis maupun berbiaya rendah mengancam model langganan yang lama.

Namun, apakah Chakravarthy mampu membalikkan tren ini akan sangat bergantung pada alat AI milik Adobe sendiri. Mulai Desember, ia harus membuktikan bahwa Adobe bisa bersaing dengan para pesaing yang menawarkan harga lebih murah.


Untuk membaca analisis pasar kripto terbaru dari BeInCrypto, klik di sini.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori