Terkait topik iniDewan Intelijen Pasar

Tom Lee dan Manajer JPMorgan Sebut Koreksi AI Itu Normal: Akankah Nasdaq Reli 15%?

Poin penting

  • Tom Lee mengatakan dia akan membeli saham AI setelah aksi jual US$2,3 triliun pada hari Kamis.
  • Dia melihat reli Nasdaq 15%, mengulangi reli S&P 500 setelah Agustus.
  • Data pekerjaan yang kuat menghidupkan kembali taruhan kenaikan suku bunga The Fed. Bisakah skenario reli ini bertahan?
Promo

Tom Lee dari Fundstrat mengatakan bahwa ia akan membeli saham AI saat harga turun dan memprediksi Nasdaq akan reli sebesar 15%. Update videonya diunggah pada hari Jumat, sehari setelah indeks Nasdaq-100 yang didominasi teknologi turun 6,36% dan menghapus nilai US$2,3 triliun.

Para holder saham chip dan AI mengalami kerugian terbesar. Tetapi ETF Granny Shots US Large Cap (GRNY) milik Lee sendiri, yang memiliki banyak saham tersebut, naik 7,5% tahun ini, dibandingkan 11,7% milik S&P 500, terang dia.

Mengapa Lee Menyebut Koreksi Saham AI Sebagai Peluang Beli?

Lee menyalahkan penurunan ini pada kekhawatiran bahwa “tsunami biru” Demokrat di Kongres akan menghambat belanja AI.

Ia menyoroti bulan Agustus. Indeks Nasdaq-100 turun sekitar 12% dari 30 Juni hingga awal Agustus, lalu S&P 500 reli sebesar 15%, papar Lee.

Demokrat mungkin akan menunda belanja data center, namun mereka tidak akan menghentikannya, jelas Lee. Washington yang terpecah juga membuat tekanan Gedung Putih ke The Fed menjadi lebih ringan, ucap dia dalam video.

Disponsori
Disponsori

“Tapi pada intinya, saya rasa saya akan membeli saham AI saat harga turun ini.”

Lee pertama kali mengungkap potensi reli teknologi sebesar 15% hingga 20% pada hari Rabu, sebelum koreksi saham chip AI hari Kamis. Lee, yang juga menjabat sebagai ketua perusahaan treasury Ethereum (ETH) BitMine, menyebut rebound aset kripto sebagai sinyal bull market.

Manajer portofolio ekuitas JPMorgan Asset Management, Jack Caffrey, juga menilai penurunan ini sebagai hal yang wajar. Nasdaq memang semestinya mengalami satu atau dua koreksi dalam setahun, tutur dia pada CNBC hari Jumat.

Perusahaan-perusahaan yang ia temui minggu ini melaporkan order backlog selama 12 hingga 24 bulan, ujar Caffrey. Ia menganggap itu sebagai peluang pendapatan jangka panjang yang dapat menarik minat investor.

Apa yang Bisa Menggagalkan Prediksi Reli 15% Versi Lee?

Pendapat Lee bertumpu pada penurunan yield obligasi dan harga minyak. Namun data minggu ini menunjukkan hal sebaliknya.

Brent crude diperdagangkan mendekati US$98 per barel pada hari Kamis. Sementara pada hari Jumat, payroll AS naik 165.000 di bulan Oktober, jauh di atas ekspektasi sekitar 65.000.

Data tersebut membuat taruhan kenaikan suku bunga The Fed Desember semakin besar. Lee sebelumnya berpendapat The Fed kini menghadapi tekanan lebih ringan untuk mengetatkan kebijakan.

Caffrey melihatnya secara berbeda. Sebelum data tenaga kerja rilis, dia menuturkan The Fed berada di jalur pengetatan bertahap dan laporan tenaga kerja yang panas akan mempertahankan langkah tersebut. Pada Oktober, payroll AS tercatat lebih dari dua kali lipat ekspektasi.

Analis teknologi Dan Ives sebelumnya memprediksi penurunan 10% hingga 12% pada saham chip jika Demokrat menang telak, lapor Stocktwits. Indeks Semikonduktor Philadelphia sendiri anjlok 12,25% hanya pada hari Kamis.

Aksi jual pada hari Kamis juga berdampak ke lebih dari 400 saham di S&P 500, bukan hanya pemimpin AI, tegas Caffrey. Menurut dia, manajer risiko dan margin call, bukan manajer portofolio, menjadi pendorong utama berbagai transaksi tersebut.

Saham produsen chip sempat bangkit hari Jumat. Saham AMD naik sekitar 8% setelah sebelumnya terpuruk 17%.

Pada 26 Oktober, Lee mengatakan kepada penonton bahwa koreksi saham AI akan segera berakhir. Sepuluh hari kemudian, indeks Nasdaq masuk fase koreksi. Jim Cramer menilai data tenaga kerja hari Jumat sebagai ujian sesungguhnya reli jelang pemilu sela. Keputusan suku bunga The Fed berikutnya akan terbit pada bulan Desember.

Penyangkalan

BeInCrypto berkomitmen pada pelaporan yang tidak bias dan transparan. Artikel berita ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Namun, pembaca disarankan untuk memverifikasi fakta secara independen dan berkonsultasi dengan profesional sebelum mengambil keputusan apa pun berdasarkan konten ini. Harap diperhatikan bahwa Syarat dan Ketentuan, Kebijakan Privasi, dan Disclaimer kami telah diperbarui.

Disponsori
Disponsori