CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, telah memaparkan ekspektasinya terhadap siklus bull Bitcoin (BTC) saat ini. Ia juga melihat bear market berikutnya akan berbeda dibanding sebelumnya.
Ju mengaitkan pandangannya dengan perubahan siapa yang kini memiliki Bitcoin serta jenis modal yang sekarang masuk. Pandangan ini disampaikan saat harga aset tersebut diperdagangkan mendekati level tertingginya sejak Januari.
Ju Membaca Siklus Lebih Tenang di Data On-Chain
Ju memperkirakan kenaikan 3 hingga 5 kali lipat dalam siklus kali ini, bukan reli parabola lebih dari 10x seperti sebelumnya. Menurutnya, bear market berikutnya juga akan berjalan lebih kalem.
Ia menyoroti pasar Bitcoin yang kini lebih besar dan kepemilikan institusional yang terus bertambah. “Uang panas” dari ritel, tutur Ju, dulunya mendominasi siklus sebelumnya hingga berujung crash 80%.
Ju menunjuk kepada data on-chain sebagai dukungan. Rasio Market Value to Realized Value (MVRV) tidak pernah jatuh di bawah 1 di siklus kali ini.
“Beberapa investor memang mengalami kerugian, tapi para holder secara keseluruhan tidak pernah berada di bawah permukaan,” ujar dia melalui unggahannya. “Bahkan indeks PnL dengan rata-rata bergerak 365 hari, yang biasanya tertinggal di titik balik, kini membentuk infleksi yang berarti.”
Ju juga menyoroti peningkatan realized cap dan berhentinya penjualan oleh whale OG. Sementara itu, crypto whale di Futures membangun posisi long besar saat harga masih di bawah.
“Semua ini bukan berarti Bitcoin sudah punya batas atas. Artinya, trade-off-nya kini berbeda. Melepas kenaikan parabola 10x juga berarti tidak ada lagi crash 80%, dan justru itulah yang menarik modal sabar serta berjangka panjang, bukan uang panas,” terang Ju.
Ikuti kami di X untuk update berita terbaru secara langsung
Menghitung dari Titik Rendah Bitcoin Bulan Juni
Reli Bitcoin pada bulan September memberikan landasan atas pandangan Ju. Aset ini mencapai US$87.395 pada 21 September, harga tertinggi sejak akhir Januari.
Pergerakan itu terjadi setelah Bitcoin mencatat penutupan mingguan di atas rata-rata bergerak 50 minggu untuk pertama kalinya sejak November 2025. Alex Thorn dari Galaxy pernah menyebut pencapaian tersebut sebagai konfirmasi kuat dari titik terendah bear market sebelumnya.
Sebelum penutupan itu, Bitcoin sempat diperdagangkan di bawah rata-rata tersebut selama 45 minggu berturut-turut. Titik paling rendah terjadi di akhir Juni, ketika harga turun mendekati US$58.000.
Sejak saat itu, Bitcoin telah naik sekitar 49% dan diperdagangkan di US$86.380 pada waktu publikasi. Jika dihitung dari titik terendah itu, kenaikan 3x akan setara dengan sekitar US$174.000, sekitar 38% di atas rekor US$126.080 pada 6 Oktober 2025.
Kenaikan 4x akan membuat harga sekitar US$232.000, dan apabila naik 5x bisa mencapai US$290.000. Level-level itu berada di rentang antara dua prediksi dari Matthew Sigel (VanEck), yang memproyeksikan harga US$100.000 tahun depan dan US$500.000 di 2029.
Langganan channel YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin industri dan jurnalis berbagi wawasan ahli









