Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa AS bisa saja menyerang Iran paling cepat hari Minggu, atau malah mencapai kesepakatan. Sementara itu, Bitcoin (BTC) diperdagangkan di US$80.546 setelah sempat turun di bawah US$80.000 pada hari Sabtu.
Lalu, apa yang akan terjadi pada Bitcoin jika serangan benar-benar terjadi atau justru ada kesepakatan? Kejadian di masa lalu mungkin bisa menjadi petunjuk.
Pelajaran dari Berita Iran Sebelumnya
Pada 8 Oktober, Trump berjanji menunda serangan sampai pemilu sela 3 November. Bitcoin turun ke US$80.393 pada hari itu, tapi akhirnya ditutup di US$81.754, berdasarkan data TradingView untuk Binance.
Pada 22 Oktober, muncul laporan tentang rencana serangan AS dan Israel pascapemilu sela. Bitcoin jatuh dari puncak 21 Oktober di US$84.898 ke US$80.939 dan menutup hari pada US$81.416.
Pada hari itu, exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot AS mencatat arus keluar sebesar US$635,49 juta, setelah sehari sebelumnya menarik US$528,40 juta.
Ketika pembicaraan soal rencana serangan akhir pekan meningkat, Bitcoin turun ke US$79.220 pada hari Sabtu. Namun, harga kembali naik dan menutup hari di US$80.888. Berita eskalasi biasanya menekan Bitcoin 2% hingga 5% secara intraday, sementara janji penundaan tidak membawa reli yang bertahan lama.
Posisi Long dengan Leverage Terkapar di Sekitar US$80.000
Data CoinGlass menunjukkan likuidasi sebesar US$543,68 juta dalam 24 jam terakhir, dengan posisi long mencapai US$461,19 juta.
Level US$80.000 juga penting bagi para holder institusi. Glassnode menempatkan biaya rata-rata ETF dan investor perusahaan treasury antara US$80.000 dan US$81.500.
Menurut perusahaan tersebut, penutupan harian di bawah US$80.000 akan membuat holder rata-rata dalam posisi rugi. Ini pun bisa membawa True Market Mean mendekati US$77.600.
Jika serangan terjadi di akhir pekan, level itu kemungkinan bakal dites dalam waktu singkat.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru saat peristiwa terjadi
Dampak Serangan Ketika Pasar Dibuka Kembali
Karena Bitcoin tetap diperdagangkan selama akhir pekan, aset ini kemungkinan akan langsung menyerap reaksi pertama terhadap setiap serangan.
Sejarah serangan sebelumnya memberikan gambaran campuran. Saat perang dimulai pada 28 Februari, Bitcoin sempat turun ke US$63.030 tetapi akhirnya menutup hari di US$66.973. Setelah serangan di awal September, harga turun ke US$76.264 lalu melonjak 5,08% pada 3 September.
Emas juga bisa tertekan ketika pasar tradisional kembali dibuka. Data Glassnode menunjukkan korelasi Bitcoin dengan emas mencapai rekor delapan tahun pada September dan kini masih mendekati level tersebut.
Korelasi dengan dolar juga termasuk yang paling negatif, sehingga lonjakan ke dolar bisa menekan keduanya.
Harga minyak menambah risiko inflasi, dengan Brent di US$117,30 pada hari Jumat. Serangan bisa saja membawa harga lebih tinggi sebelum The Fed mengambil keputusan pada 28 Oktober.
Kesepakatan tentu bisa meredakan kekhawatiran tersebut, meskipun janji 8 Oktober kemarin menunjukkan efeknya hanya meredakan secara terbatas. Dengan begitu, respons Bitcoin terhadap berbagai tajuk utama ini menjadi sinyal yang harus dicermati di akhir pekan ini.
Langganan channel YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis membagikan insight ahli











