US$30.000 untuk Membaca Kontrak dengan Suara Keras: Biaya Notaris Jerman Viral setelah Elon Musk Bilang ‘Wow'

  • Kisah Patrick Collison tentang notaris Jerman senilai €30.000 telah mencapai lebih dari 11 juta tayangan di X.
  • Hukum Jerman memaksa notaris membaca kontrak investasi startup dengan lantang sebelum penandatanganan.
  • Elon Musk membalas 'Wow' saat Paul Graham mengemukakan kesepakatan SAFE standar AS.
Promo

Elon Musk hanya butuh satu kata untuk menanggapi debat startup terbesar Eropa minggu ini. Ia menulis “Wow.” Reaksi itu muncul usai Stripe CEO Patrick Collison membagikan kisah seorang founder asal Jerman yang harus membayar biaya notaris Jerman sebesar €30.000 hanya untuk mendengarkan kontrak investasi sepanjang 90 halaman dibacakan. Hukum di Jerman memang mewajibkan sesi ini.

Collison menanyakan pada founder tersebut apakah cerita horor tentang birokrasi startup di Jerman itu berlebihan. Jawabannya, ternyata kenyataannya jauh lebih parah. Perusahaan pertama sang founder harus membayar tagihan itu dan kehilangan waktu satu hari. Perusahaan keduanya pun ia dirikan di luar Jerman.

Disponsori
Disponsori

Mengapa Biaya Notaris di Jerman Bisa Mencapai €30.000

Aturan ini memang nyata, seperti yang dijelaskan Collison pada Section 13 Beurkundungsgesetz, yakni undang-undang notarization di Jerman. Undang-undang itu mewajibkan notaris membacakan seluruh akta dengan suara lantang di depan semua yang hadir.

Semua pihak harus menyetujui, lalu menandatangani langsung dengan tangan. Pendanaan startup kerap terkendala sebab perusahaan standar di Jerman, yaitu GmbH, tidak dapat memindahkan saham ataupun menambah modal tanpa akta yang dinotariskan.

Harganya ditetapkan negara, bukan notaris. Hukum kedua, yakni GNotKG, menentukan biaya sesuai nilai transaksi. Semakin besar nominal investasinya, semakin besar pula tagihannya. Lama waktu membacakan kontrak tidak memengaruhi biaya.

Pengadilan pun sudah membenarkan perhitungan ini, sebagaimana pengacara ventura Wolfgang Weitnauer melaporkan putusan Pengadilan Tinggi Regional Karlsruhe untuk suatu pendanaan di Jerman.

Para investor menggelontorkan sekitar €7 juta ke sebuah perusahaan yang valuasinya €21 juta sebelum transaksi. Klausul exit dalam kontrak pun ikut dihitung ke dalam nilai akta tersebut.

Akhirnya, notaris menilai transaksi itu sekitar €35 juta. Proses membacakan saja menghabiskan biaya sebesar €63.110,85. Total tagihan notaris mencapai kira-kira €100.000. Pengadilan mengesahkan semuanya sampai euro terakhir.

Para founder aset kripto mungkin sudah mengenal pola ini, apalagi Jerman memimpin perizinan Uni Eropa dalam kerangka Markets in Crypto-Assets (MiCA).

Disponsori
Disponsori
Tingkat Adopsi Kripto Jerman, Sumber: Datawallet
Tingkat Adopsi Kripto Jerman | Sumber: Datawallet

Meski begitu, banyak startup kripto justru hengkang ke negara-negara yang lebih ramah. Perusahaan-perusahaan kecil mengatakan bahwa biaya kepatuhan MiCA lebih berat daripada manfaat pasar tunggal Uni Eropa.

Para Founder Bersatu saat Brussels Siapkan Alternatif

Reaksi satu kata Musk mendapat sorotan paling besar. Meski begitu, kontras terbesar datang dari para investor. Co-founder Y Combinator, Paul Graham, menanggapi bahwa investor AS bisa menuntaskan kesepakatan hanya dengan SAFE — simple agreement for future equity, dokumen standar inkubator itu — cukup memeriksa nama dan angka saja.

Tidak ada sesi pembacaan. Tidak ada biaya tarif khusus.

“Kontrak (Lieferando) kami malah lebih panjang, pembacaannya berlangsung semalaman, dan seluruhnya dalam bahasa Jerman. Seingat saya harganya di atas €200.000. Begitu saya ke toilet, notaris pun berhenti membaca. Meski begitu, suasananya tetap seru,” tambah founder Just Eat Takeaway, Jitse Groen.

Nominal yang disebutkan ini hanyalah perkiraan, bukan berdasarkan tagihan yang diaudit.

Walau demikian, masalah yang sama ternyata tidak hanya terjadi di Jerman. Seorang founder asal Italia, Stefano, pernah mengalami pendanaan seed round yang hampir batal karena notaris Italia dan Belgia saling berdebat terkait surat kuasa terjemahan. Akhirnya, pendanaan tetap terjadi dengan biaya €21.000 dan tanda tangan wajib di lokasi.

Meski demikian, Brussels sudah menyiapkan solusinya. Pada bulan Maret, Komisi Eropa mengusulkan EU Inc., sebuah bentuk perusahaan baru seluruh Uni Eropa yang menawarkan proses pendirian digital penuh hanya dalam 48 jam.

Satu pasal menjadi perdebatan utama. Artikel 14 draft tersebut mewajibkan akta perusahaan melewati kontrol administratif, yudisial, atau notaris terlebih dahulu. Para kritikus melihat satu istilah terakhir itu sebagai peluang bagi lobi notaris untuk kembali berperan.

Collison sendiri tidak hanya sekadar bercerita; lima hari sebelum itu, ia juga meluncurkan Rhine Group bersama mantan Presiden European Central Bank, Mario Draghi.

Forum beranggotakan 55 orang ini ingin mengubah laporan daya saing Draghi tahun 2024 menjadi reformasi nyata, dan pertemuan pertamanya akan diadakan pada akhir September.

Apakah pengawasan notaris tetap bertahan dalam diskusi tentang EU Inc. akan menentukan apakah bentuk perusahaan baru Uni Eropa ini mengakhiri ritual pembacaan kontrak—atau sekadar mengganti namanya saja.

Subscribe ke YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin industri dan jurnalis membagikan insight ahli


Untuk membaca analisis pasar kripto terbaru dari BeInCrypto, klik di sini.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori