Bitcoin (BTC) diperdagangkan di kisaran US$78.257 setelah turun kembali di bawah US$80.000, sebuah level yang menurut analis harus ditembus sebelum likuiditas bisa kembali. Data on-chain menunjukkan tekanan jual sudah mereda, namun pembeli spot baru belum juga muncul.
Tekanan jual yang menurun membawa pergerakan harga lebih jauh daripada dorongan membeli baru. Trader Futures memimpin reli pemulihan, sementara arus spot tetap netral.
Tekanan Jual Mereda saat Holder Berhenti Realisasi Kerugian
Holder sebagian besar sudah berhenti menjual dalam keadaan rugi, dengan Net Realized Profit and Loss kembali ke wilayah positif dan SOPR Holder Jangka Panjang berada di 1,2.
XWIN Japan menambahkan, alamat akumulasi sekarang memegang sekitar 2,3 juta BTC. Para deposan juga tidak menunjukkan urgensi tinggi untuk mengirim aset kripto ke exchange meski Bitcoin sempat mendekati US$80.000.
Selain itu, hedge fund juga membaca sinyal yang serupa dan sudah memangkas posisi short mereka. Tekanan makro kemudian menguji dasar tersebut.
Data payroll bulan Agustus tercatat 162.000 dibandingkan konsensus 53.000, sehingga peluang kenaikan suku bunga bulan September mendekati 60%.
Menurut Wintermute, Bitcoin justru menutup pekan dengan kenaikan 3,45%, meskipun biasanya repricing hawkish membuat kripto turun bersama saham.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Permintaan Bitcoin Spot dan Likuiditas Exchange Masih Tipis
Meski harga berbalik naik, permintaan spot masih belum menunjukkan konfirmasi yang sama. Cumulative Volume Delta (CVD) 90 hari untuk pasar spot tetap netral. Sementara itu, pembeli Futures justru memimpin pemulihan, tutur analis Darkfost.
Kondisi likuiditas juga masih campuran. Cadangan stablecoin Binance sempat mencapai puncak di atas US$50 miliar dalam siklus ini sebelum turun hampir US$7 miliar. Namun, dalam sebulan terakhir, cadangan bertambah lagi US$1,6 miliar.
Perubahan kapitalisasi pasar stablecoin Binance dalam 90 hari terakhir juga membaik. Posisi sudah pulih dari -17% menjadi -1,6%. Darkfost menganggap pemulihan ini nyata, namun masih terlalu lambat untuk menopang kenaikan harga sendiri.
“Walaupun ini merupakan perkembangan positif dalam jangka pendek, prosesnya masih lambat dan membutuhkan dorongan lebih kuat agar benar-benar bermakna,” komentar analis tersebut menerangkan.
Permintaan institusional menjadi faktor pendukung yang lebih kuat. Exchange-traded fund (ETF) Bitcoin yang terdaftar di AS mencatat arus masuk senilai US$986,9 juta dalam pekan yang berakhir 4 September.
Ini memperpanjang tren arus masuk ETF selama tiga pekan berturut-turut, dengan total arus masuk sekitar US$3,8 miliar selama periode tersebut.
Meski begitu, permintaan ETF belum tentu langsung berdampak pada pembelian di pasar spot terbuka. Coinbase Premium negatif dan rasio deposit whale yang tinggi masih jadi peringatan.
XWIN Japan menilai, breakout berkelanjutan di atas US$80.000 yang didukung permintaan spot lebih kuat akan menjadi sinyal paling jelas untuk konfirmasi tren bullish.
“Breakout bersih di atas level US$80.000 seharusnya jadi kunci utama untuk benar-benar membuka pintu agar likuiditas kembali secara permanen,” papar Darkfost.
Ujian selanjutnya sudah di depan mata. Data CPI AS dijadwalkan pada 11 September, lalu disusul pertemuan The Fed pada 15–16 September. Kedua data ini akan menguji daya tahan pasar dari tekanan jual.
Langganan channel YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin industri dan jurnalis berbagi insight dan analisis ahli









